Tampilkan postingan dengan label budidaya. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label budidaya. Tampilkan semua postingan
Minggu, 08 Desember 2013
Peluang Usaha Budidaya Ikan Lele

[Peluang Usaha Online Oke] Peluang usaha budidaya ikan lele merupakan sebuah hal yang telah lumrah dan banyak yang menjalankannya. Kendati demikian, usaha ini selalu menuai kesuksesan karena beragam faktor. Salah satunya tentu saja karena ikan lele dapat dikonsumsi dalam beragam olahan. Anda akan menemukan olahan ikan lele yang begitu bervariasi mulai dari ikan lele goreng, pecel lele, keripik lele, hingga abon ikan lele.
Sebelum kita mulai membahas lebih jauh mengenai budidaya ikan lele ini. Ada baiknya untuk memberikan Anda suntikan semangat dengan cara menginformasikan keunggulan bisnis perikanan yang satu ini.
- Relatif lebih mudah dijalankan daripada jenis lain
- Makanannya sangat mudah didapatkan
- Biaya perawatan yang murah
- Ketahanan ikan yang cukup baik
Langkah-Langkah Budidaya Ikan Lele
Oke, setelah Anda mengetahui beragam keunggulan dari budidaya ikan lele ini, kita akan mulai memberikan cara-cara wirausaha ikan lele mulai dari awal pembibitan hingga panen. Berikut langkah-langkah peluang usaha modal kecil yang patut Anda coba ini.
Persiapan kolam
Anda ingin memulai memelihara lele dari awal bukan? Maka cukup sediakan tiga hingga empat kolam tanah dengan air yang mempunyai kedalaman kira-kira setengah hingga satu meter. Ukuran kolam bisa bervariasi, namun rata-rata kolam ikan lele merupakan kolam persegi panjang dengan panjang tiga meter dan lebar satu setengah meter. Lele dapat hidup di air yang keruh, jadi Anda tidak perlu khawatir dengan kualitas air yang ada. Berikan beberapa tanaman seperti eceng gondok dalam rangka mencegah ikan lele kepanasan.
Persiapan bibit
Belilah bibit di tempat yang terpercaya sehingga Anda bisa memastikan bahwa bibit ikan tersebut merupakan bibit yang baik. Sebelum memasukkan bibit ke kolam, Anda harus memastikan bahwa kolam tidak tercemar beragam potensi racun seperti detergen atau cairan sabun.
Masukkan bibit lele secara perlahan dan jangan memasukkannya langsung ke dalam kolam ikan. Ikan yang dimasukkan secara sekaligus bisa membuatnya stress dan kemudian mati. Apabila Anda menemukan beberapa bibit ikan yang mati, maka hal itu adalah perkara yang wajar. Meskipun ikan lele merupakan ikan yang mempunyai ketahanan cukup tinggi terhadap lingkungan, namun mereka juga bisa mudah mati karena situasi tertentu.
Pemberian makan
Untuk makanan ikan lele, Anda disarankan untuk menyediakan makanan khusus yang diberikan dua kali sehari yaitu pagi hari dan juga sore hari. Pada waktu-waktu selanjutnya, ikan lele bisa mencari makan di kolam mereka dengan mengambil cacing yang ada di lumpur. Bahkan, banyak peternak ikan lele yang hanya memberikan makan ikan mereka dalam waktu satu kali sehari, kemudian selebihnya ikan tersebut mencari makan sendiri di kolam tanah tersebut.
Pengembangbiakan ikan
Anda diharuskan untuk memisahkan ikan yang sudah besar dan merupakan ikan pilihan untuk dikembangbiakkan. Taruh di kolam pemijahan kemudian lakukan pemijahan antara ovum dengan sperma dimana Anda mengambil ovum betina dan sperma jantan dan menaruhnya di kolam khusus.
Anda amat disarankan untuk mengembangbiakkan ikan lele yang ada sebagai langkah awal bisnis yang baik. Karena, mau tidak mau, bisnis Anda harus berubah menjadi skala yang besar sehingga pengembangbiakan termasuk hal wajib yang harus dilakukan.
Pencegahan penyakit
Cara yang paling ampuh untuk mengindarkan lele dari penyakit adalah dengan cepat membuang lele yang mati. Dengan penanganan yang cepat, maka risiko tertular penyakit antara satu lele dengan yang lain akan menurun dengan drastis.
Setelah semua tahap budidaya ikan lele Anda lakukan, maka langkah terakhir tentu saja pemanenan ikan dan kemudian menjualnya.
Nah, jika kalian memerlukan Bibit Lele yang berkualitas silahkan kunjungi website temanku di bawah ini:
Rumah Benih Lele - Gurame
Jumat, 06 Desember 2013
Cara Budidaya Tanaman Pada Lahan Sempit
Cara Budidaya Tanaman sederhana saat ini menjadi salah satu metode yang paling diidamkan oleh para petani yang memiliki pengetahuan pas-pasan. Lahan sempit kerap menjadi hambatan petani untuk mengembangkan hasil panen oleh sebab itulah pengetahuan tentang vertikultur harus diketahui secara luas. Vertikultur merupakan salah satu metode penanaman pada lahan berbentuk vertikal atau bertingkat. Sehingga sangat cocok di aplikasikan pada lahan sempit seperti di pemukiman dengan penduduk padat. Petani awam jarang yang mengetahui teknik ini, oleh sebab itulah kali ini kami membahas cara budidaya tanaman vertikultur.
Cara Budidaya Tanaman

Kelebihan dari sistem penanaman vertikultur :
- Hemat pada penggunaan lahan, sehingga dapat menampung banyak tanaman jauh lebih efisien ketimbang model penanaman konvensional
- Menekan anggaran pengeluaran untuk membeli pupuk maupun pestisida yang selama ini terbuang percuma pada model tanam biasa.
- Jika selama ini petani sering dikesalkan oleh tumbuhnya rumput parasit dan gulma, tidak dengan vertikultur yang mampu menekan tanaman parasit.
- Mudah perawatan dan dapat diatur sedemikian rupa karena diletakkan pada wadah yang dapat dipindahkan.
- Dan pastinya mudah saat melakukan pemantauan dan perawatan.
Aneka Budidaya Tanaman menggunakan sistem vertikultur yang paling umum berasal dari jenis sayuran, tanaman hias, dan beberapa tanaman obat. Jenis sayuran yang dapat dibudidayakan antara lain pakcoi, kangkung, bayam, kemangi, sawi, kucai, seledri, bawang pre. Tanaman sayuran yang kami sebutkan tersebut dapat dengan mudah ditanam pada sistem vertikultur dan diletakkan di pekarangan rumah. Walaupun bukan petani dapat menanamnya dengan mudah, untuk kebutuhan keluarga pun dapat terpenuhi, serta dapat dipanen kapan saja. Sehingga dapat menekan anggaran pengeluaran keluarga untuk memenuhi kebutuhan gizi setiap hari.
Ada 4 macam model penanaman atau Budidaya Tanaman vertikultur yang bisa diterapkan yakni
- Model gantung
- Model tempel
- Model tegak
- Model rak
- Bahan yang disiapkan adalah wadah tanaman yang terbuat dari talang air segiempat yang biasanya diletakkan di atap rumah untuk melancarkan air hujan. Panjang talang 150 cm berjumlah 3 buah, masing - masing talang beri lubang di bawahnya dan tutup pada kedua sisinya.
- Cara membuat rak. Siapkan kayu reng 1 m x 5 batang. Kayu bulat 1 m x 3 batang, 60 cm x 2 batang, 45 cm x 2 batang, 30 cm x 2 batang. Tata sedemikian rupa hasilnya seperti gambar di bawah ini.
Cara Budidaya Tanaman

Komposisi Media Penanaman :
- Campurkan pupu kandang dengan tanah perbandingannya 1 : 1
- Hasilnya langsung masukkan kedalam wadah yang terbuat dari talang air yang telah disiapkan seperti penjelasan Proses Pembuatan Wadah
Cara Penanaman Pada Media Vertikultur
- Ada beberapa jenis tanaman yang dapat langsung ditanam pada media talang air misalnya kangkung dan bayam. Sedangkan untuk cabai, terong, paprika, dan sawi benih harus disemaikan terlebih dahulu, namun dengan lahan sempit hal tersebut sangat merepotkan sehingga pilihlah jenis tanaman yang berupa sayuran daun seperti bayam dan kangkung
- Apabila Anda penasaran ingin menanam tanaman cabai , terong, dan paprika berikut cara menyemainya. Rendam benih pada air hangat ± 50ÂșC selama 1 jam. Semaikan pada media tanam berupa bak plastik, setelah tumbuh daun kira - kira 4-5 helai, bibit dapat langsung dipindahkan pada talang air.
- Proses pemindahan harus dilakukan dengan hati - hati, sebisa mungkin pertahankan tanah agar tetap menempel pada akar tanaman. Benamkan tanaman sampai leher akar pada sore hari atau pagi hari.
Langganan:
Postingan (Atom)